Oleh: Jeffri Yosep Simanjorang (Dosen Administrasi Publik & Tim KKN Ekologi UNPAR)
UNPAR.AC.ID, Bandung – Melakukan community profiling, menyusun program bersama masyarakat, bertani, hingga melakukan sosialisasi pengelolaan sampah secara door to door menjadi bagian dari aktivitas mahasiswa dalam pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Ekologi Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR). Sebanyak 25 mahasiswa terpilih dilibatkan dalam program yang akan berlangsung hingga Desember 2022 mendatang.
Medio Oktober 2022 atau tepatnya pada Sabtu (15/10/2022) lalu menjadi hari pertama pelaksanaan KKN. Dua area di Kota Bandung menjadi lokasi pelaksanaan KKN Ekologi, yaitu RW 11 Kelurahan Hegarmanah, Kecamatan Cidadap serta RW 01 dan 02, Jamaras, Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati.
Selain mahasiswa, KKN Ekologi juga melibatkan Biro Kemahasiswaan dan Alumni UNPAR sebagai unit pendukung dan tim dosen dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNPAR dan serta Fakultas Teknologi Industri UNPAR sebagai pendamping. Sehari sebelum terjun ke dua area tersebut, para mahasiswa telah mendapatkan pembekalan dari tim KKN Ekologi yang diketuai oleh Dr. Pius Sugeng Praseyto-cum-Dekan FISIP UNPAR.
Juga berbagai materi yang diterima peserta disampaikan oleh Fasilitator Utama KKN Ekologi Tini Martini Tapran, M.Sos. Tini memaparkan berbagai informasi mengenai perilaku masyarakat dalam mengelola sampah dan kondisi terkini terkait pengelolaan sampah di Kota Bandung.

Tak sekadar menunaikan kewajiban KKN sebagai bagian dari kebijakan Kampus Merdeka semata, berbagai aktivitas yang dilakukan mahasiswa bersama masyarakat setempat tentunya diharapkan membawa dampak signifikan. Lebih dari itu, mahasiswa juga dapat menguasai pengetahuan dan keterampilan dalam hal ekonomi sirkular, memetakan potensi dan hambatan yang ada di masyaraat, menerapka program bersama masyarakat, hingga menyebarluaskan pengalaman mereka kepada orang sekitar.
Program KKN Ekologi sendiri merupakan pilot project dari program KKN Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) yang akan dilaksanakan pada tahun 2023. Nantinya, KKN APTIK akan dilaksanakan secara nasional dengan melibatkan berbagai perguruan tinggi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Diharapkan, KKN Ekologi yang tengah berlangsung mampu menjadi wadah akan apa yang telah disiapkan UNPAR dan mendapatkan umpan balik dari mahasiswa, masyarakat, dan pihak lainnya yang terlibat.
Keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs)
Sesuai dengan tema yang diusung, KKN Ekologi berfokus pada kondisi akar rumput dalam hal perilaku masyarakat dan kondisi lingkungan hidup. Diharapkan KKN Ekologi dapat membantu usaha-usaha pelestarian lingkungan, terutama dalam hal pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Sebagai agen perubahan, mahasiswa juga diharapkan dapat menjadikan KKN Ekologi sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kepedulian atas kondisi lingkungan di sekitar mereka.
Selain itu, KKN Ekologi juga terbuka dengan isu SDGs lainnya. Selain pada pilar pembangunan lingkungan, UNPAR juga terbuka dengan isu-isu pembangunan terkini seperti pengembangan potensi lokal, ketahanan pangan, dan stunting. Dengan menjembatani masyarakat dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan, UNPAR terbuka untuk mengintegrasikan KKN Ekologi dengan isu-isu sosial yang terjadi di masyarakat, terlebih dengan telah terbitnya Peraturan Presiden nomor 111 tahun 2022 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Saling berbagi manfaat
Dengan melibatkan sivitas akademika dan masyarakat lokal, diharapkan KKN Ekologi UNPAR dapat memberikan dampak positif kepada dua belah pihak. Bagi UNPAR, KKN Ekologi merupakan upaya menghidupi visi institusi yang bermaksud meningkatkan martabat manusia dan keutuhan alam ciptaan. Melalui KKN pula, UNPAR memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk mengalami experiential learning. Selain terlibat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk merefleksikan kondisi yang ada dengan upaya-upaya pembangunan berkelanjutan. Di sisi lain, partisipasi aktif masyarakat Hegarmanah dan Jamaras juga diharapkan mampu menjaga keberlanjutan usaha-usaha menjaga lingkungan yang selama ini telah dilakukan. Dengan keberadaan program KKN Ekologi, diharapkan semangat yang sebelumnya telah ada dapat terus dipertahankan dan masyarakat mendapatkan bantuan dari mahasiswa untuk berbagi inspirasi dan menjalankan program-program yang tengah disiapkan.
Tulisan tersebut sebelumnya telah dimuat di Harian Kompas dan Kompas.id pada 9 November 2022 dengan Judul “Pembelajaran Berbasis Pengalaman Melalui KKN Ekologi“.

